11/07/2017
Pump
Operation
LIEBHERR R9250
Oleh:
Susanto
Hydraulic Pump Assembly
Hydraulic Pump Assembly
1
11/07/2017
Hydraulic Pump Assembly
Electro hydraulic system
Hydraulic tank & filter
2
11/07/2017
Hydraulic tank & filter
1. Power Regulation
2. Pump Pressure limitation
3. Flow Regulation
Control Valve Blocks
Hydraulic Oil Cooler
3
11/07/2017
Rotary Connection
Attachment Cylinders &
Motors
Electro Hydraulic Pilot
Control System
4
11/07/2017
Schematic electric R9250
Servo Unit
Servo circuit
5
11/07/2017
Not Used
Grease system
Y3.1 : RSV P1
Y3.2 : RSV P2
Y3.3 : RSV P3
Y4 : Power Regulation
Y7 : Swing Brake
Y94 : Travel Speed
6
11/07/2017
Hidraulic system
FSG A1020
Proximity
7
11/07/2017
Proximity
Double Pump A20 VSO 520
Double Pump A20 VSO 520
8
11/07/2017
Double Pump A20 VSO 520
Ketika pressure port X2 minimum (sama dengan pressure tangki) maka
Sudut pompa maximum
Ketika pressure port X2 maximun maka sudut Pump akan mengecil
tergantung perbedaan tekanan antara 2 sisi piston
Double Pump A20 VSO 520
Double Pump A20 VSO 520
9
11/07/2017
Double Pump A20 VSO 520
Double Pump A20 VSO 520
Pump control
Pressure cut-off (DR)
X2 (positioning Piston) MB
T
DR bergerak ke kanan maka X2 terhubung dengan tank, sudut pompa maximum
DR bergerak ke kanan karena tekanan spring
10
11/07/2017
Pressure cut-off (DR)
X2 (positioning Piston) MB
T
DR bergerak ke kiri maka X2 terhubung dengan MB, sudut pompa minimum
DR bergerak ke kiri karena tekanan pada permukaan piston
Jika tekanan pada MB melebihi settingan dari sspring maka piston bergerak ke
Kiri sehingga MB dan X2 terhubung dan mengubah posisi swash plate pada
pada pompa menjadi minimum
Pressure cut-off
Pressure cut-off
11
11/07/2017
Power Regulation
Dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Regulation Constant Power
2. Power reduction Stage (melalui current LR pada Y4)
Constan Power Regulation
X1 terhubung ke pump pressure
X2 terhubung ke pressure cut off valve DR pada
middle groove piston LR
Piston LR bergerak ke kiri maka sudut pompa maksimum
Piston LR bergerak ke kanan maka sudut pompa minimum
Constan Power Regulation
Piston LR bergerak ke kiri karena FLR
FLR = Fspring + F XLR
Jadi jika P naik maka akan terjadi penurunan sudut pompa sehingga power tetap
konstan
12
11/07/2017
Constan Power Regulation
Saat F1 melebihi kekuatan spring dan XLR pressure piston bergerak ke kanan dan X2
terhubung dengan pump pressure (MB)
Sudut pompa bergerak ke minimum sampai terbentuk persamaan baru (power
tetap konstan)
Constan Power Regulation
Dalam semua rentang pengaturan, power dari pompa tergantung
dari posisi positioning piston yang sebanding dengan posisi dari piston
valve LR dimana posisi dipengaruhi oleh besarnya XLR pressure dan
Pressure Spring dibandingkan dengan tekanan pada 3.1 dan juga
tekanan spring 4.1
Pressure Reduction stage
Power dari pompa akan meningkat apabila ada XLR pressure
yang masuk ke port XLR
XLR Pressure adalah output dari solenoid Y4
Input pressure dari Y4 adalah servo pressure (55 bar) yang diatur
melalui arus ILR yang dikeluarkan oleh BST (U16) yang mendapat
input dari engine speed sensor.
Ketika power yang diserap pompa melebihi power engine (misal
saat gerakan kombinasi) maka Rpm Engine akan turun. BST akan
menurunkan ILR sehingga mengurangi pressure pada port XLR
yang akan mengakibatkan power pompa berkurang sehingga
RPM engine bisa bertambah kembali sesuai dengan settingan
yang telah diberikan operator
13
11/07/2017
Flow Limitation Stage (DW)
Piston bergerak ke kanan maka X2 terhubung dengan MB (pump pressure),
sudut pompa menjadi minimum
Piston bergerak ke kiri maka X2 terhubung dengan tangki), sudut pompa
menjadi maximum
Piston bergerak ke kanan karena tekanan dari servo pressure (P=55 Bar)
pada permukaan piston
Piston bergerak ke kiri karena MST pressure (dari regulator) dan gaya dari
spring
MST berasal dari regulator
Flow Limitation Stage (DW)
Piston 5.8 pada regulator bergerak ke atas
seperti gambar di samping, maka pressure pada
MST akan turun dan senilai dengan pressure T
(pressure tank) sehingga Piston DW akan
bergerak ke kanan dan sudut pompa menjadi
Maksimum
Flow Limitation Stage (DW)
Piston 5.8 pada regulator berada di bawah seperti
gambar di samping, maka pressure pada MST
akan naik sampai dengan senilai pressure P (servo
pressure), sehingga Piston DW akan bergerak ke kiri
dan sudut pompa menjadi Minimum
14
11/07/2017
Flow Limitation Stage
PST pressure digunakan untuk
menggerakkan sleve 5.6 ke atas.
Jika PST pressure kecil makal sleeve
akan menekan ke bawah piston 5.8
akan kontak dengan bagian slope
dari positioning piston 3. lower
groove tertutup mengakibatkan
Pressure MST naik sehingga
menggerakan piston DW ke kiri (port
X2 terhubung dengan tangki).
Flow Limitation Stage
Saat pompa sudah bekerja, piston 5.8
bergerak naik. Sleeve 5.6 masih pada
lower position (low PST). Lower group dari
piston (MST pressure) terhubung dengan
tangki. Piston DW bergerak ke kanan, X2
terhubung dengan tekanan tinggi
sehingga sudut pompa menjadi
minimum
Sleeve 5.6 pada lower position, sudut pompa
minimum
Sleeve pada posisi lower saat PST < 10 Bar
Untuk menghasilkan flow yang berbeda maka
sleeve 5.6 harus bergerak ke atas
Flow Limitation Stage
PST pressure >20 bar maka flow akan
maksimal
PST pressure adalah output dari regulating
solenoid valve Y3
input Y3 dari servo pressure (55 bar) yang
diatur melalui arus IEL yang dikeluarkan oleh
BST
Jika tidak ada pergerakan dari joystick atau pedal maka IEL akan minimum (400 mA), PST pressure
menjadi di bawah 10 Bar dan sudut pompa menjadi minimum
Jika defleksi dari joystick atau pedal melebihi 10% maka IEL akan maksimum (650mA), PST pressure
menjadi di atas 20 Bar dan sudut pompa menjadi maksimum
Jika flow limitation diaktifkan maka BST akan mengeluarkan arus IEL diantara 400 mA 650 mA
15
11/07/2017
Kesimpulan pump
1. Pada hydraulic pump terdapat 3 pengaturan yaitu: power regulation,
pressure cut off regulation dan flow regulation
2. Pressure cut off regulation dilakukan oleh DR valve, berdasarkan pressure
pompa. Jika pressure pompa melebihi settingan Spring pada DR valve
maka sudut pompa akan menuju minimum . Jika pressure pompa dibawah
settingan spring pada DR maka sudut pompa bisa menuju maksimum.
3. Kenaikan pressure cut off dengan cara memberikan servo pressure yang
yang membantu kekuatan spring dari DR dimana servo pressure tersebut
diatur melalui Y136
4. Power regulation dilakukan oleh LR valve, apabila power pump melebihi
power engine maka RPM engine akan turun. BST membaca penurunan RPM
tersebut lalu mengeluarkan arus menuju Y4 yang nantinya akan membuka
XLR pressure yang mengakibatkan LR valve bekerja sehingga sudut pompa
minimum. Ketika RPM engine sudah naik lagi maka XLR Pressure dikurangi
sehingga sudut pompa kembali maksimum
5. Flow regulation berdasarkan ada atau tidaknya pergerakan joystick.
Apabila tidak ada pergerakan joystick atau pedal maka BST akan
mengeluarkan arus IEL sebesar 400mA yang akan masuk ke Y3 yang
mengakibatkan PST Pressure <10 Bar mengakibatkan sudut pompa menjadi
minimum
Kesimpulan pump
6. Apabila joystick atau pedal digerakkan lebih dari 10% maka BST akan
mengeluarkan arus IEL sebesar 650mA yang akan masuk ke Y3 yang
mengakibatkan PST Pressure <20 Bar mengakibatkan sudut pompa menjadi
maksimum
16